SM BAYAR KEKALAHAN
Surabaya, 22 Maret – Ambisi Satria Muda Britama untuk membalas kekalahan dari XL Aspac akhirnya tercapai. Dalam lanjutan A Mild IBL More Than Just A Game putaran kedua yang berlangsung do GOR Kertajaya, Sabtu (22/3). SM berhasil mematahkan rekor kemenangan XL Aspac berkat keunggulan 72-54.
Pada putaran pertama yang berlangsung di Jakarta bulan Februari silam. XL Aspac berhasil menang 105-95 melalui dua kali overtime. Kekalahan itu tampaknya telah dievaluasi SM untuk menghadapi rival abadinya itu pada pertandingan kali ini. Hasilnya pada laga yang disaksikan sekitar 200 penonton itu, SM Britama berhasil membalas kekalahan sebelumnya.
Sejak menit pertama kedua tim langsung berusaha untuk memperagakan permanian cepat. Defense man to man SM Britama sempat membuat XL Aspac sulit untuk mengembangkan permainan. Keadaan sebaliknya justru dialami SM Britama yang berhasil mendulang poin melalui fast break. Tekanan SM Britama membuat pemain XL Aspac banyak melakukan pelanggaran. Akibatnya saat pertandingan baru berjalan lima menit, XL Aspac telah memperoleh team foul. Kesempatan ini dimanfaatkan SM Britama untuk terus menekan pertahanan lawan dan mendulang poin. Hasilnya hingga kuarter pertama selesai SM Britama langsung unggul 20-13.
Memasuki perempat kedua, pelatih XL Aspac Abdurrachman Padang tidak menurunkan M, Isman Thoyib yang telah tiga kali terkena personal foul. Tidak adanya center muda itu membuat permanian SM Britama semakin berkembang. Sementara itu XL Aspac terus mencoba untuk keluar dari tekanan lawan. Lemahnya rebound dan penyelesaian akhir XL Aspac membuat SM Britama mempertahankan keunggulan diakhir kuarter kedua, 37-29.
Pada kuarter ketiga keadaan tidak jauh berbeda. SM Britama terus mendulang poin melalui tembakan Wendha Wijaya dan Ronny Gunawan. Akhirnya pasukan Fictor Gideon Roring itu memperlebar keunggulan 51-40 di akhir kuarter ketiga sebelum menutup pertandingan dengan kemenangan telak 72-54.
“Usia kekalahan di pertemuan pertama, kami memperbaiki kelemahan saat kalah dari Aspac. Hasilnya tim mampu tampil lebih baik dan berhasil membalas kekalahan lalu,”tandas arsitek SM Britama, Fictor Roring usai pertandingan. “Kemenangan ini sangat penting bagi kami,”tambahnya.
Sementara itu kubu XL Aspac mengakui permainan pertahanan ketat SM Britama menjadi kunci kemenangan. “Defense SM sangat kokoh. Mereka terus berkembang setiap seri. SM bermain bagus dan pantas menang. Kami akan bangkit pada pertandingan berikut,”kata Maychel Ferdinandus, asisten XL Aspac.
Kekalahan ini sekaligus mematahkan rekor tidak terkalahkan milik XL Aspac selama musim ini. Sedangkan kemenangan berarti membawa Satria Muda Britama menggeser XL Aspac dari puncak klasemen sementara.
sumber : www.amild.com